Ini Proyek2 Properti Johor Bahru Gencar Dipasarkan di Indonesia

Big Banner

Sejumlah proyek properti yang dikembangkan di Kawasan Johor Bahru Malaysia kini gencar di pasarkan di Indonesia karena dinilai memiliki banyak investor yang ingin berinvestasi di sektor properti. Antara lain Paradiso Nouva.

Seperti disampaikan Majalah Properti Indonesdia (MPI) edisi Juni 2016,  apertemen segmen menengah atas yang berlokasi di kawasan bisnis Medini ini dibangun oleh pengembang asal Singapura Zhuoyuan SBHD. Perusahaan tersebut merupakan usaha patungan dari Pemerintah Johor Bahru dan Zhuoda Group, China.

Apartemen setinggi 35 lantai itu rencananya akan didirikan 6 tower. Tahap pertama telah mulai dibangun dua tower dengan 382 unit, di atas lahan 8.900 m2 dan ditargetkan rampung di kuartal pertama 2017. Adapun investasi bangunan dari 2 tower tersebut mencapai 300 juta-400 juta Ringgit atau setara Rp1,05-Rp1,40 triliun.

“Harga per unit bervariasi. Tetapi harga per meter sebesar RM 9,088 atau Rp31 juta. Untuk apartemen dengan kualitas Singapura, ini harga yang sangat terjangkau,” kata Riduan Goh, Direktur ERA VIGO, agen properti yang memasarkan proyek Paradiso Nouva di Indonesia.

Riduan menguraikan, unit tipe 3 kamar dijual dengan harga Rp6 miliar sedangkan tipe 1 kamar dibanderol Rp2 miliar. Dia menyebutkan dari dua tower yang sedang dibangun, unit yang terjual hampir mendekati 60%. “Dari 60% itu pembeli Indonesia sumbang penjualan sebanyak Rp60 miliar. Kami akan melakukan pamaeran di berbagai kota besar di Indonesia,” kata Riduan.

Sementara proyek R&F Princess Cove menggandeng agen properti Ray White Projects Indonesia dalam pemasarannya di Indonesia. R&F Princess Cove adalah proyek unggulan dari R&F Properties dalam proyek real estate lintas negara dengan total nilai investasi 8.5 miliar US$ di Johor Bahru. Proyek pertama di luar China ini direncanakan akan selesai pada tahun 2018.

Proyek ini terletak di zona ekonomi khusus di ‘Iskandar SEZ’ wilayah CBD (Central Bussines District) dengan total luas wilayah 470.000 m2. Head of Sales and Marketing Ray White Projects Indonesia, William Liong, menilai R&F Princess Cove merupakan proyek spesial yang memiliki prospek cerah karena berlokasi di tempat yang memiliki masa depan investasi terbaik. “Lokasi berdekatan dengan Singapura. Tapi untuk saat ini biaya investasi masih 1/10 lebih murah dari di Singapura,” ujar William.

Lebih lanjut Willian mengatakan, ke depan nilai investasi di Johor Bahru bisa naik berkali-kali lipat seiring selesainya proyek dan infrastruktur penunjang. Ke depan, dengan selesainya MRT, hanya butuh 30 menit ke Orchad Road dan 45 menit ke Marina Bay.

Ray White Projects Indonesia akan melakukan roadshow untuk memasarkan R&F Princess Cove ke seluruh Indonesia. Saat ini kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, sudah disinggahi. “Kita juga coba ke Jember, Balikpapan, Malang dan Palembang. Selain juga kotakota besar, kita mau coba ke second tier city seperti Balikpapan dan Jember,” kata William.

Proyek R&F Princess Cove ini, kata William, nantinya dimaksudkan untuk menciptakan sebuah masyarakat internasional kelas atas di pesisir. Proyek terdiri atas hotel bintang lima, perkantoran grade A, lebih dari 3000 unit apartemen mewah di 15 blok, pusat perbelanjaan, dan akan menjadi properti kelas dunia yang dekat dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan China yang akan menjadikannya sebagai landmark kompleks komersial dan perumahan. MPI YS https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia atau http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia (Lebih praktis dan lebih hemat hingga 41%)

 

mpi-update.com