Kawasan CBD Surabaya Diincar Ekspatriat Jepang dan Korea

Big Banner

TEMPO.CO, Surabaya –Managing Director KSO Waskita-Darmo Permai Kevin Sunjoto mengatakan kalangan ekspatriat asal Jepang, Korea Selatan, dan Singapura disebut paling banyak meminati investasi di kawasan Central Business District (CBD) Segi 8 Surabaya. Di kawasan CBD yang terletak di jantung Kota Pahlawan itu kini dibangun 88Avenue, superblok hasil kerja sama PT Waskita Karya Realty dan PT Darmo Permai.

“Dari dua tower yang sudah kami luncurkan, The Residence dan SOHO, sekitar 10 persen dimiliki kalangan ekspatriat. Separuhnya oleh perusahaan Jepang, Korea, dan Singapura,” ujar Kevin kepada Tempo, Rabu, 25 Mei 2016.

Kevin merinci, menara hunian The Residence saat ini sudah terjual 75 persen. Sedangkan menara SOHO terjual sebanyak 55 persen. Keduanya paling banyak dibeli kalangan ekspatriat. “Dibandingkan proyek serupa, proyek kami ini yang paling banyak menarik minat ekspatriat,” klaimnya.

Perusahaan Korea dan Jepang, kata Kevin, memang banyak mengincar Surabaya sebagai pusat bisnis mereka setelah Jakarta. Sebab, mereka memproyeksikan Kota Pahlawan sebagai kantor cabang bagi kawasan Indonesia timur.

Apalagi, terdapat pabrik-pabrik di sekitar Jakarta yang belakangan pindah ke Jawa Tengah dan sebagian lagi ke Jawa Timur. “Hampir 100 persen ekspatriat membeli tipe SOHO yang bisa digunakan untuk kantor, tempat tinggal, maupun keduanya. Katanya untuk calon kantor cabang.”

Proyek dua menara tersebut ditargetkan selesai pada 8 Agustus 2018. Nilai investasi keduanya mencapai Rp 1 triliun. “Akhir tahun kami menargetkan The Residence terjual habis, dan SOHO terjual habis Maret 2017 mendatang,” tuturnya.

88 AVENUE adalah kawasan terpadu dengan luas tanah sebesar 34,088 meter persegi yang terdiri dari delapan tower. Rinciannya, 5 tower berfungsi sebagai hunian, 1 tower SOHO, 1 office tower, dan 1 service apartement dan hotel. Area ini juga dilengkapi dengan lifestyle mall.

ARTIKA RACHMI FARMITA

properti.tempo.co