Paramount Siapkan Rumah Rp200 Jutaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Paramount Land, pengembang kota baru Paramount Serpong,  Tangerang, Banten, masuk pasar hunian kalangan menengah baru. Bila sebelumnya Paramount bermain di harga Rp800 jutaan – 1,5 miliar, kini harga produk barunya bakal dipatok Rp200 jutaan dan Rp500 jutaan. Rumah Rp200 jutaan dikembangkan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, di area seluas 30 ha. Sedangkan rumah Rp500 jutaan di Curug, Tangerang, di antara Lippo Karawaci dan Citra Raya, Cikupa. Bangunan rumahnya 21 – 36 meter persegi, tanah 60 – 72 meter persegi.

Presdir Paramount Land, Ervan Adi Nugraha

Presdir Paramount Land, Ervan Adi Nugraha

“Itu harga paling menarik untuk kalangan menengah dan menengah bawah, kita akan sasar karyawan pabrik di kawasan Tangerang Cikupa, sampai Balaraja,” ujar Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugraha, usai acara buka puasa di Jakarta, Rabu (22/6).

Kendati enggan menyebut nama perumahannya, namun Ervan memastikan kedua produk akan dipasarkan tahun ini. Ia mengatakan saat kondisi sektor properti melemah konsumen perlu memanfaatkan dengan segera membeli rumah. Sebab, harga rumah saaat ini hanya bergerak tipis bahkan cenderung stagnan.

Ervan menegaskan kendati pasar properti tertekan pihaknya tidak akan merevisi target penjualan tahun 2016 sebesar Rp3 triliun. Diakui kondisinya cukup berat tapi ia optimis dapat mencapai target. Penjualan semester pertama 2016  sebesar Rp1 triliun, meleset sedikit dari target sebesar Rp1,2 triliun. Karena itu pada semester dua Paramount akan mengejar kekurangan, salah satunya dengan meluncurkan rumah Rp200 jutaan dan Rp500 jutaan. Rumah seharga itu permintaannya sangat banyak dan tidka terlalu tergangu melemahnya sektor properti. Selain itu Paramount juga mengandalkan Paramount Hills Manado yang sudah terjual 75 unit dan Paramount Village Semarang. Proyek terakhir itu sudah terjual 250 unit.

Ervan berharap beberapa kebijakan pemerintah seperti penurunan suku bunga dan peninjauan kembali aturan loan to value (LTV) dapat mendorong daya beli masyarakat. Menurut Ervan, pelonggaran aturan uang muka oleh BI tersebut bila didukung produk yang kompetitif hasilnya bakal lebih baik.

housing-estate.com