BI Tak Larang Masyarakat Miliki Banyak Rumah

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tidak melarang masyarakat memiliki banyak rumah. Namun, untuk pembelian rumah kedua, ketiga dan seterusnya, masyarakat dihimbau tidak menggunakan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR), melainkan dengan cara cash. Sementara KPR diprioritaskan untuk pembelian rumah pertama.

“Fasilitas KPR itu sebenarnya untuk rumah pertama. Saya kira, tidak semua konsumen membeli properti menggunakan fasilitas kredit. Banyak juga yang membeli dengan cara cash untuk rumah kedua atau ketiga, silahkan saja,” ujar Asisten Deputi Gubernur BI Mulya Siregar dalam seminar Prospek Pembiayaan Properti di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Dia mengatakan bila rumah kedua atau ketigaingin dibayarkan dengan KPR, debitur diwajibkan menyelesaian pembayaran sisa kredit KPR rumah sebelumnya. “Kalau KPR pertama sudah lunas, maka dia bisa mengambil KPR untuk rumah keduia. Tapi kalau masih ada kewajiban kredit di rumah pertama, maka untuk rumah kedua atau ketiga tidak boleh menggunakan fasilitas KPR perbankan,” tuturnya.

Saat ini Mulya mengatakan backlog perumahan masih cukup besar di Indonesia. Berdasarkan perhitungan Indonesia Property Watch, backlog perumahan nasional hingga 2013 mencapai 27,1 juta unit rumah. Artinya, kata dia, masih banyak rakyat Indonesia yang belum bisa mendapatkan rumah sebagai hunian pertama. Maka dari itu harus diberikan kesempatan. “Kalau tidak, itu semakin banyak masyarakat yang nantinya tidak mendapatkan rumah,” tegasnya.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, dari 5.000 koresponden pada bulan Mei lalu, sebanyak 42,5% dalam setahun orang memilih rumah sebagai investasi dibandingkan emas, reksanadana atau deposito.”Dari responden yang kami wawancarai, 81,1% membeli properti dengan alasan espektasi kenaikan harga. Itu jelas berbahaya,” katanya. (EKA)

 

jktproperty.com