Pengembang Apartemen Lebih Memilih Jual Stok Lama

Big Banner

Ada fenomena menarik yang terjadi sepanjang semester 1 tahun 2016. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Colliers International, pengembang apartemen lebih memilih jualan stok-stok lama selama periode 6 bulan tersebut.

Bukan tanpa alasan, makro ekonomi yang masih lesu membuat developer lebih memilih untuk menunda pembangunan proyek baru. Alhasil, unit yang dijual adalah unit-unit yang merupakan proyek lama mereka.

“Dari pembangunan sebelumnya, pada semester 1 2016 telah masuk 176.000 unit apartemen, atau bertumbuh 3 persen secara QoQ. Jika melihat sentimen pasar yang masih belum baik, mereka kemudian memutuskan untuk menunda pembangunan dan fokus jual unit yang sudah ada,” terang Ferry Salanto, Senior Asociate Director Colliers International kepada Rumahku.com.

Berdasarkan jumlah permintaan yang ada, Ferry melanjutkan bahwa demand apartemen naik hanya sekitar 0,5 persen dengan tawaran harga yang relatif flat karena masih dirasa sulit untuk berjualan.

Masih kata Ferry, beberapa kebijakan dari pemerintah seperti penurunan LTV dan Tax Amnesty dinilai belum akan mampu memberi dampak baik dalam waktu dekat ini, kecuali untuk 5 hingga 10 tahun ke depan.

Di sisi lain, penurunan jumlah ekspatriat membuat beberapa penyewa apartemen lebih fleksibel dalam memberi tawaran rentang waktu. Sebagai contoh, jika sebelumnya pembayaran minimal 2 tahun di muka, kini penyewa memberi kelonggaran bisa cuma 1 tahun bahkan 6 bulan. Dari inovasi tersebut, harga sewa apartemen masih bisa tetap dipertahankan sehingga tidak mengalami penurunan.

BACA JUGA : Brand Fashion Internasional Dominasi Pasar Ritel Jakarta

Tak hanya itu, penurunan ekspatriat yang telah terjadi sejak akhir tahun lalu juga dinilai Ferry sudah memberikan tanda-tanda recovery. Hanya saja, ekspat yang muncul bukan lagi dari sektor oil & gas.

“Jumlah ekspat untuk oil & gas sudah turun, sekarang yang masuk dari power plan, mulai dari eksplorasi energi hingga penyediaan energi. Seperti yang kita ketahui, sekarang pemerintah lagi mau naikin listrik sebesar 30.000 mega watt,” tukasnya.

Berdasarkan rata-rata yang terjadi, harga sewa apartemen di kelas atas sekitar Rp 827.000 per m2, atau menjadi sekitar Rp 1 juta per m2 jika ditambah dengan service charge.  

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me