Sektor Properti Lesu, Justru Saat Terbaik Membeli (2)

Big Banner
Ilustrasi foto: Rumah123/iStock

Hal lain yang perlu kamu pertimbangkan perihal cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah suku bunga. Seperti dikutip dari Kompas, Sabtu (2/7), saat ini sebagian besar bank belum mengoreksi tingkat suku bunga pinjaman meskipun BI (Bank Indonesia) telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 6,5 persen.

Sementara ini sejumlah bank cenderung menawarkan tingkat suku bunga kredit tetap (flat) pada tahun-tahun pertama peminjaman. Namun, sesudahnya mereka mengenakan bunga tahunan yang fluktuatif.

Agar tak terjebak kredit bermasalah, kamu perlu memperhitungan dengan cermat cicilan pokok dan bunga kredit yang membengkak. Bagaimana perhitungannya, biasanya beberapa bank menyediakan perangkat kalkulasi KPR yang berisi simulasi KPR secara online.

Meskipun investasi di sektor properti berprospek cerah dan menjanjikan keuntungan, perlu kamu ingat pula bahwa properti bukanlah alat investasi yang likuid (cair). Bisa diperjualbelikan setiap saat dengan lancar sebagaimana emas, saham, atau mata uang. Jadi, kondisi pasar perlu kamu perhitungkan pula saat membeli atau ingin melepas propertimu.

Baca juga: Majapolitan, Kota Favorit Baru Kaum Urban

Harga rumah yang mandek dan miring di tengah kelesuan sektor proprti saat ini justru momentum untuk membeli. Namun, perlu dipertimbangkan pula lokasi dan rencana pengembangan kawasan properti yang akan dibeli agar nilai investasinya cepat tumbuh.

Daerah-daerah yang sekiranya akan jadi cikal bakal pengembangan kota baru ataupun dekat jalur transportasi publik semisal koridor bus transjakarta, akses tol, angkutan massal cepat (MRT), dan kereta ringan (LRT), punya prospek kenaikan investasi yang tinggi.

Yang terpenting, cicilan KPR untuk investasi jangan sampai mengorbankan dana pengeluaran untuk kebutuhan pokok keluarga. Kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan keluarga tetaplah nomor satu.

(Selesai)

rumah123.com