Pekanbaru, 1 dari 10 Kota Potensial Tujuan Investasi Versi MPI

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2016 menurunkan laporan utama tentang 10 kota potensial tujuan investasi properti. Di antaranya adalah Pekanbaru. Disebutkan secara geografis, kota yang berada di tepi sungai Siak dengan ketinggian berkisar 5 – 50 meter di atas permukaan laut ini berada pada jalur lintas timur Sumatera.

Posisi tersebut membuat Pekanbaru secara langsung terhubung dengan beberapa kota seperti Medan, Padang dan Jambi. Pekanbaru juga sering menjadi pemberhentian favorit bagi para pelancong asal Singapura dan Malaysia sehingga membuka banyak kesempatan untuk berinvestasi di sektor hospitality. Pekanbaru memiliki luas 632,27 km2 atau hampir sama dengan luas wilayah DKI

Perkembangan investasi Riau pada triwulan III-2015 tercatat meningkat dibandingkan triwulan II-2015 yaitu dari 1,24% (yoy) menjadi 4,19% (yoy). Sampai dengan triwulan III 2015 jumlah proyek yang dilaksanakan di Riau mencapai 107 proyek. Sementara total nilai investasi pada triwulan III 2015 di Riau mencapai Rp5,65 triliun atau meningkat 59,98% (yoy).

Peningkatan investasi di Provinsi Riau utamanya didorong oleh peningkatan nilai investasi berupa PMDN, yaitu mencapai 72,62% (yoy). Peningkatan PMDN utamanya didorong oleh investasi pada konstruksi dan properti, yang diperkirakan akibat meningkatnya pembangunan jalan dan jembatan serta apartemen dan hotel-hotel di Provinsi Riau selama triwulan III 2015.

Sementara itu, peningkatan PMA didorong oleh investasi di bidang industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi. Pesatnya pertumbuhan perekonomian di Kota Pekanbaru beberapa tahun terakhir serta bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan rumah di Kota Pekanbaru

Hal tersebut berdampak pada investasi di bisnis perumahan yang semakin menjanjikan serta pertumbuhan properti pendukung lainnya seperti apartemen dan mall yang masih terbuka lebar sebagai investasi. Saat ini, pengembangan properti di Kota Pekanbaru didominasi oleh tiga daerah yaitu Tampan, Tenayan Raya, dan Rumbai Sepanjang dua tahun terakhir, tercatat sebanyak sepuluh perusahaan properti yang memilih Kota Pekanbaru sebagai lokasi pengembangan bisnisnya. Nilai investasi yang mencapai Rp2,48 triliun itu tersebar di beberapa sub sektor, seperti perumahaan real estate, rumah sakit dan perhotelan.

Perusahaan-perusahaan tersebut, antara lain PT Bangun Megah Mandiri Propertindo dengan investasi Rp1,2 triliun, PT Jasmine Residence Indonesia dengan investasi senilai Rp161 miliar, PT Halla Mohana dengan nilai investasi Rp331 miliar, PT Grand Citra Prima dengan investasi senilai Rp418,3 miliar serta PT Citra Pacific dengan nilai investasi Rp280 miliar.

Sementara, di bidang perhotelan, ada PT Putra Mahkota Raya yang akan membangun hotel berbintang empat dengan nilai investasi Rp110 miliar, PT Tribersa akan membangun hotel dengan nilai investasi Rp83,5 miliar dan PT Royal Asnof Mandiri akan membangun hotel melati senilai Rp3,6 miliar.

Sedangkan PT Awal Bros Citra Batam akan membangun rumah sakit senilai Rp69 miliar. “Pekanbaru adalah kota industri, perdagangan dan jasa. Untuk mewujudkan kota metropolitan tersebut, kami mempersilahkan siapa saja berinvestasi di Pekanbaru. Makanya, pengurusan izinnya pun kita permudah,” ujar Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia.

mpi-update.com