Makassar 1 dari 10 Kota Potensial Tujuan Investasi Versi MPI

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2016 menurunkan 10 kota potensial tujuan investasi properti. Salah satunya adalah Massar. Disebutkan meski terjadi pelambatan ekonomi secara nasional, perekonomian Kota Makassar tetap stabil.

Pertumbuhan ekonomi berkisar 8% adalah di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional. Sebagai salah satu gerbang utama di Pulau Sulawesi, Kota Makassar merupakan penghubung yang menautkan kota-kota di wilayah Indonesia bagian barat dan bagian timur.

Tak heran, bila pertumbuhan ekonomi di kotaseluas 199,26 km2 ini lantas berakselerasi, dikarenakan fungsi logistik, fungsi transportasi, dan fungsi perdagangannya saling terhubung satu sama lainnya.

Merujuk pada indikator makro ekonomi, misalnya. Jika pada 2009 pertumbuhan ekonomi kota berpenduduk lebih dari 1,3 juta jiwa ini tercatat sebesar 9,20 persen, di tahun 2013 meningkat menjadi 9,88 persen. Bahkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp31,26 triliun di tahun 2009 menjadi Rp58,54 triliun pada 2013, yang pada akhirnya mendorong migrasi besar-besaran penduduk dari berbagai kawasan untuk mencoba peruntungannya di kota Anging mammiri itu.

Sementara, bila dilihat berdasarkan sebarannya, kontri busi yang cukup signifikan membangun per ekonomian Kota Makassar adalah sektor perdagangan, hotel dan res toran (27,96%), sektor industri peng olahan (26,1%), sektor pengangkutan dan komu nikasi (12,36%), serta sektor jasa-jasa (13,56%). Adapun, sektor lainnya (20,02%) meliputi sektor pertambangan, pertanian, bangunan, listrik, dan gas.

Diantara sekian banyak pengembang besar yang menancapkan kuku bisnisnya di Makassar, proyek ga rapan Ciputra Group dan Lippo Group adalah yang paling prestisius baik dari segi harga, lokasi maupun konsep yang diusung. Lippo, misalnya. setelah sukses mengembangkan perumahan skala kota di kawasan Tanjung, seluas 1.000 hektar melalui anak usahanya, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, (GMTD), pada awal tahun 2014, sekoci milik taipan James Riady ini kembali merilis produk teranyarnya, yakni The St. Moritz Makassar.

Begitu pula Grup Ciputra tengah menggarap portofolio teranyar mereka dengan mengembangkan kawasan terpadu di Makassar. Melalui PT Ciputra Surya Tbk. yang membentuk kerjasama operasi (KSO) dengan PT. Yasmin Bumi Asri, proyek tersebut bertajuk Centre Point of Indonesia (CPI). Kawasan ini memiliki luas lahan 157 hektare, dimana 50 hektare diserahkan kepada Pemerintah Provinsi untuk pengembangan fasilitas umum seperti masjid, Wisma Negara, area terbuka hijau, Kantor Pemerintahan, pantai buatan, dan sarana lainnya. Sementara sisanya, akan dikembangkan sebuah kota baru bernama CitraLand City Losari Makassar yang terdiri dari area pemukiman serta area komersial, seperti mall, hotel , apartemen, perkantoran, dan lain-lain. (Riz) Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia.

mpi-update.com