BTN-ITB Siap Hasilkan 500 Pengembang Baru

Big Banner

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan kerjasama dengan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pembukaan program MBA Mini Properti. Program ini diharapkan lahir entrepreneur (wirausaha) baru pada industri properti atau perumahan nasional.

Kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Bank BTN Maryono dan Dekan SBM-ITB Prof.Dr. Sudarso Kaderi Wiryono. Pada tahap pertama antara BTN dan ITB ini adalah program MBA Mini Properti ditargetkan dapat mencetak sekitar 500 pengembang baru pada tahun 2016.

“Kami ingin bagaimana kerjasama BTN dengan SBM ITB membawa manfaat bagi bangsa terutama dalam mencetak pengusaha muda yang kompeten di bidang properti dan mendukung program sejuta rumah,” ungkap Direktur Utama BTN Maryono, dalam siaran persnya, Kamis (14/7).

Maryono mengatakan, kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya dan hal ini momentum baik bersama SBM ITB berkomitmen dalam memberikan dukungan percepatan program sejuta rumah dengan mencetak pengembang muda yang memiliki kompetensi untuk memproduksi rumah baru.

Maryono menjelaskan, BTN sejak akhir tahun 2014 telah membentuk Housing Finance Centre (HFC) yang memiliki fungsi utama sebagai Learning Center, Research Center dan Advisory Center. Sesuai dengan tujuannya, BTN HFC akan menjadi pengelola pusat pembelajaraan perbankan dan riset perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. BTN HFC akan menjadi sumber inspirasi para pelaku bisnis di bidang pembangunan dan pembiayaan perumahan.

Menurut Maryono, kebutuhan rumah di Indonesia tergolong sangat tinggi. Masih sangat banyak masyarakat Indonesia membutuhkan rumah layak. Kebutuhan rumah secara nasional setiap tahun terus bertambah. Diperlukan peran serta banyak pihak untuk mencari terobosan bagi pemenuhan kebutuhan rumah rakyat.

“Sebagai integrator bidang perumahan, BTN HFC menginisiasi bagaimana dunia pendidikan dapat kita kita dorong untuk turut mendukung melalui program kesiapan SDM sebagai pelaku bisnis perumahan. Kerjasama BTN dengan SBM ITB ini merupakan satu terobosan untuk mendukung program sejuta rumah,” ujarnya.

Maryono mengatakan, kerjasama ini sangat strategis, karena tidak saja mencetak generasi penerus tetapi ada semangat dalam mendorong iklim investasi dan level kompetisi menjadi lebih dinamis yang diharapkan akan melahirkan kreativitas dan inovasi baru dalam industri perumahan nasional menjadi lebih maju di masa depan, tambahnya.

Program MBA Mini Properti merupakan pendidikan satu bulan dengan materi teori dan praktik real estate dan properti. Program ini bernilai 3 SKS dan dapat dikonversi ke dalam SKS MBA reguler bagi peserta didik yang lulus dan akan melanjutkan ke MBA Reguler SBM ITB.

Feriawan Hidayat/Imam Mudzakir/FER

PR

beritasatu.com