Semarang,  1 dari 10 Kota Potensial Tujuan Investasi Versi MPI

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2016 menurunkan liputan utama tentang 10 kota  potensial tujuan investasi properti di Indonesia. Satu di antaranya adalah Semarang. Disebutkan, bahwa Semarang dapat dikatakan sebagai pusatnya bisnis di Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai ibukota provinsi, peran Kota Semarang sangatlah signifikan dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah, terutama melalui dukungan infrastruktur seperti pelabuhan, jaringan transportasi darat (jalur kereta api dan jalan) serta transport udara yang merupakan potensi bagi simpul transportasi Regional Jawa Tengah dan Kota Transit Regional Jawa Tengah. Begitu pula kekuatan hubungan dengan luar Jawa secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah.

Meski begitu, kemajuan pembangunan Kota Semarang tidak lepas dari dukungan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kota Ungaran, Kabupaten Demak, Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal. Sehingga tidaklah mengherankan jika kota ini sangat potensial untuk berbagai investasi bisnis, tak terkecuali bisnis properti seperti hunian maupun area komersial.

Semarang merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar kelima di Indonesia. Berdasarkan data, jumlah populasi di kota tersebut hampir mendekati 2 juta jiwa, dan siang hari sekitar 2,5 juta jiwa. Bahkan di area metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga dan Purwodadi) jumlah penduduknya bisa 6 juta jiwa, atau nomor empat terbesar setelah Jabodetabek, Surabaya Metropolitan, dan Bandung Raya.

Semenjak tahu 2000 lalu kontribusi yang cukup signifikan  membangun perekonomian Kota Semarang yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, diikuti oleh sektor industri pengolahan, sektor jasajasa, sektor pengangkutan dan komunikasi. Sedangkan sektor lainnya meliputi sektor pertambangan, pertanian, bangunan, listrik, dan gas rata-rata 2-3%.

Saat ini basis ekonomi Semarang se makin kuat karena menjadi daerah tujuan relokasi industri menyusul kian tingginya upah minimum regional (UMR) di Jakarta dan sekitarnya. Apalagi, UMR di Jawa Tengah lebih rendah dibandingkan Jawa Barat sehingga banyak industri yang relokasi ke Semarang dan menjadi peluang bagi pasar properti di sini.

Sesuai Perda No.6/2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah 2009-2029, Ke camatan Kaliwungu di Kabupaten Kendal akan dijadikan Kawasan Strategis Ekonomi Kendal seluas 1.200 hektar. Beroperasinya tol baru Srondol-Bawen yang mempersingkat waktu tempuh Semarang-Salatiga-Solo juga makin menaikan prospek properti di Semarang.

Seperti di Jabotabek, dalam beberapa tahun terakhir harga properti di Semarang juga terus meningkat. Menurut survei Bank Indonesia, pada kuartal pertama 2015, harga properti residensial di Semarang tumbuh 8,3%, naik tinggi dibanding 2013 dan 2014 yang hanya 2,03% dan 3,63%. Bahkan dibanding pertumbuhan harga properti residensial gabungan di 16 kota yang 6,27%, Semarang tetap lebih tinggi kendati dibanding kota-kota di Jabodetabek, Surabaya, Manado, Makassar, dan Bandung. (Riz). MPI versi digital dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com