Persaingan Ketat, Bisnis Perhotelan di Surabaya Diwarnai Perang Tarif

Big Banner

SURABAYA, KOMPAS.com – Tarif harian rata-rata atau average daily rate (ADR) hotel-hotel di Surabaya selama semester I-2016 tercatat kembali merosot 4 persen dari semester sebelumnya menjadi 47,04 dollar Amerika Serikat (AS).

Pada semester II-2015, ADR hotel-hotel di Surabaya adalah 49,05 dollar AS.

Kondisi ini kemudian membuat persaingan hotel di beberapa area cenderung sangat kompetitif.

Para pengelola hotel bahkan berlomba-lomba memasang tarif semurah mungkin terhadap unit-unit kamarnya, jika tidak mereka tidak akan mendapatkan pengunjung.

Sikap tersebut yang memengaruhi ADR hotel-hotel di Surabaya saat ini.

Memasuki festive season selama semester I 2016, banyak perusahaan dan bahkan pemerintahan yang melakukan aktivitasnya di hotel sehingga kinerja perhotelan di awal semester I-2016 cenderung baik.

Pada periode yang sama, jumlah pelancong yang melakukan bisnis justru menurun, terutama pada sektor aktivitas meetings, incentives, conferences, dan exhibition (MICE).

Faktor itu yang kemudian menjadi indikator mulai menurunnya kinerja perhotelan. Di sisi lain, kinerja food and beverages (F&B) hotel justru mengalami peningkatan setelah banyak orang mengadakan buka puasa bersama selama bulan Ramadhan atau Juni-Juli 2016.

Ketatnya persaingan bisnis hotel disebabkan kelebihan pasokan yang terjadi di Surabaya. Pasalnya, Surabaya merupakan kota bisnis lapis kedua di Indonesia.

Aktivitas bisnis yang tinggi kemudian membuat beberapa spot bisnis di Surabaya menjadi padat dan para tamu atau pengunjung justru mencari hotel di luar wilayah tersebut.

Persaingan pun tak hanya terjadi pada hotel dengan kelas yang sama, melainkan juga pada kelas yang lebih tinggi atau lebih rendah. Hal ini kemudian semakin menjadi dengan kondisi pasar yang semakin ketat.

Pengunjung sejatinya masih menjadikan harga sebagai pertimbangan utama sebelum menyewa kamar hotel.

Mereka lebih suka hotel berharga murah dengan fasilitas lengkap. Fakta ini dengan jelas bertentangan dengan para pelaku hotel yang mempunyai target tersendiri untuk bisa dicapai.

Imbasnya, okupansi dan kinerja hotel-hotel di Surabaya terus merosot dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data dari STR Global, rata-rata okupansi atau average occupancy rate (AOR hotel) Surabaya anjlok 6 persen dibanding tahun 2015 dan hanya menyentuh angka 54,14 persen hingga Juni 2016 kemarin.

Tren menurun ini dimulai sejak tahun 2014 yang waktu itu okupansinya mencapai 60 persen. Setahun setelahnya, tingkat huniannya kembali menurun ke angka 57,31 persen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me