Penting Bagi yang Ingin Investasi di Properti

Big Banner
Ilustrasi foto: Rumah123/iStock

Apa alasanmu membeli rumah? Untuk dihuni, ini yang utama. Namun, bagaimana kalau yang kedua, ketiga, dan seterusnya? Mestinya untuk investasi, bukan?

Berinvestasi properti membutuhkan langkah yang tepat agar uangmu bisa benar-benar berkembang sesuai harapan. Kalau kamu gak ingin uangmu menguap begitu saja, berikut cara mengamankannya.

Jangan “Pindahkan” Uangmu

Dari mulai niat sampai benar-benar kamu membeli properti, butuh waktu.  Nah, sementara masih berproses, biarkan uang yang akan kamu investasikan di properti tetap berada di tempatnya. Jangan memindahkan uangmu ke rekening lain atau bahkan bank lain.

Hal ini berlaku bagi kamu yang ingin memanfaatkan KPR di bank untuk membeli properti. Dengan membiarkan uang tetap berada di rekening asal, setidaknya enam bulan sebelum pembelian, kamu akan mempermudah proses pemberian kredit.

Pihak bank akan dengan mudah menelusuri data perbankanmu. Pastinya, mereka butuh jaminan bahwa kamu punya riwayat perbankan yang meyakinkan untuk bisa memperoleh KPR.

Jika kamu memiliki kartu kredit baru, sebaiknya jangan belanja besar. Hal itu akan sangat menyulitkan kamu mendapat persetujuan KPR.  

Baca juga: Sektor Properti Lesu, Justru Saat Terbaik Membeli (1)

Persetujuan Awal KPR

Persetujuan awal kredit ini juga akan mempermudah niatmu memiliki properti. Seseorang bisa saja memiliki kualifikasi sebagai penerima KPR, namun belum tentu ia memperoleh persetujuan kredit.

Cobalah berkonsultasi dengan pihak bank mengenai keuanganmu. Kamu bisa mengetahui potensi dana kredit yang akan disetujui pihak bank nantinya.

Keuntungannya, kamu gak perlu buang-buang waktu mencari properti yang ternyata harganya tak sesuai dengan potensi kreditmu. Tak hanya itu, kamu juga bisa mencari bank yang menawarkan kredit dengan fasilitas bunga lebih kompetitif.

Waktu yang Tepat

Jangan coba menelaah kapan waktu yang tepat membeli properti. Mengecoh alur pasar properti terbilang sangat sulit. Waktu yang tepat membeli properti adalah saat menemukan pilihan yang sesuai dengan keinginan dan keuanganmu.

Besar Tak Selalu Lebih Baik

Ukuran besar untuk properti yang terbaik tidak berlaku ketika bicara soal rumah. Hanya sedikit orang yang suka rumah berukuran besar. Ini akan jadi masalah ketika kelak kamu berniat menjualnya kembali.

Terkadang, justru lebih baik membeli rumah dengan kondisi yang kurang oke. Harga tanahnya akan jauh lebih berharga ketimbang rumah berukuran besar.

Baca juga: Sektor Properti Lesu, Justru Saat Terbaik Membeli (2)

Membeli Rumah, Bukan Menikahinya

Membeli rumah dengan terlalu menggunakan perasaan, justru akan membuat kecewa. Ada bedanya antara perasaan dengan naluri.

Mengikuti naluri, kamu akan mendapat rumah yang bagus, baik dari sisi bentuk, pun nilainya. Sementara jika mengandalkan perasaan, kamu mungkin saja menyukai sebuah rumah hanya dari warnanya saja atau desainnya saja. Ingat, ini untuk investasi. Jadi pilihlah dengan tenang dan bijak.

Menawar Harga dengan Tepat

Menawar harga tidak semata ingin menurunkannya. Kamu harus mempertimbangkan banyak hal. Di antaranya kemampuan keuanganmu dan nilai rumah tersebut sebenarnya.

Banyak yang berpikir harus menyebut angka serendah mungkin saat pertama kali menawar. Tawarlah dengan harga yang sesuai dengan pasaran saat itu.

Untuk itu, kamu perlu sedikit bertanya pada rumah-rumah sekitar terkait harga saat itu. Penting juga mengetahui rencana pengembangan kawasan tersebut beberapa waktu ke depan. Hal itu jelas akan sangat memengaruhi harga.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me