Ini Penyebab Properti Belum Bangkit di Semester I 2016

Big Banner

Industri properti masih terkendala oleh berbagai hal sehingga belum mampu bangkit di semester awal tahun ini.

JAKARTA – Banyak pihak menilai bahwa 2016 akan mendatangkan keuntungan bagi industri properti. Kendati demikian, hingga akhir smester I 2016, pelemahan sektor industri ini masih berlanjut. Bahkan, sama sekali belum terlihat tanda kebangkitan dari pasar properti yang pernah booming dalam beberapa tahun ke belakang.

Dikutip dari Kabarbisnis.com, konsultan properti Cushman & Wakefield menyatakan bahwa pasar properti di Indonesia masih lesu pada semester pertama 2016. Penyebabnya banyak hal. Mulai dari pelemahan ekonomi masyarakat Tanah Air, sampai dengan pelemahan iklim ekonomi dunia. “Sesuai dengan kajian Bank Dunia, pertumbuhan di Indonesia akan kembali bergairah dengan bergantung kepada tingkat konsumsi serta realisasi belanja pemerintah untuk beragam pembangunan infrastruktur secara nasional,” kata Direktur Riset Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo.

Disampaikan Arief, kelesuan pasar properti yang masih berlanjut sampai sekarang terjadi pada beragam aspek dalam bidang properti, seperti perkantoran baik di CBD (sentrabisnis) maupun di luarnya, atau juga di pusat perbelanjaan di kawasan Jabodetabek. Begitu juga dengan tingkat penjualan kondominium dan apartemen sewa yang melesu bersamaan dengan berkurangnya aktivitas bisnis di sektor migas-pertambangan akibat dampak global.

“Beberapa perusahaan migas dan pertambangan yang berkurang juga mengurangi jumlah ekspatriat yang ada sehingga mengurangi jumlah sewa (untuk kondominium atau apartemen sewa),” kata Arief.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me