Geliat Kemang Sebagai Daerah Kreatif, “Borju” &  Inovatif

Big Banner

Kesan sebagai kawasan ekonomi kreatif Kemang di jakarta Selatan nampaknya semakin kuat sejalan semakin tumbuh-suburnya berbagai jenis kafe, restauran, dan nigh club.  Tercatat ada lebih dari 80-an kafe telah hadir di kawasan yang di zaman dulu banyak dihuni oleh etnis Betawi ini.

Seperti ditulis Majalah properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2016, sebagai kawasan yang juga dikenal tempat tinggal orang bule ini juga dianggap daerah borjuis, hedonis atau pun kehidupan eksekutif kelas menengah atas Jakarta.  Kemang menjadi ikon pusat industri kreatif.

Urusan kuliner misalnya, Kemang telah menjadi miniatur dunia. Berbagai masakan (cuisine) hadir di sana. Mulai dari cita rasa Indonesia hingga mancanegara. Di Kemang juga kemudian sering kali diselenggarakan aneka festival. Salah satunya festival Palang Pintu yang digelar sepanjang jalan Kemang Raya.

Banyak toko yang menyediakan berbagai kerajinan tangan dengan kualitas ekspor. Pemilik toko tersebut adalah distributor atau reseller bagi industri kerajinan tangan yang diproduksi dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian tumbuh apa yang disebut sebagai co-working space, ruang kantor bersama.

Konsep berkantor yang bisa di sewa harian, mingguan dan bulanan bagi konsultan, disainer, arsitek yang ingin menghemat biaya sewa kantor dan staf. Daerah itu juga yang kemudian dijadikan Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi awal bekerja, begitu ditunjuk Presiden. “Begitu ditunjuk kami belum punya kantor defenitif.

Salah satu co-working di Kemang saya jadikan kantor karena iklim di Kemang memang cocok. Kemang menjadi tempat berkumpulnya pelaku ekonomi kreatif,” ucap Triawan, beberapa waktu lalu. Para pelaku industri kreatif juga memilih Kemang sebagai markasnya. Sebut saja salah satu perusahaan market place terkemuka macam bukalapak.com. Kemudian perusahaan ojek online, Go-Jek.

Begitu Go-Jek booming, Kemang dipilih sebagai kantor menejemen perusahaan ojek online tersebut. Bisnis dan Hunian Makin tingginya minat untuk tinggal dan berbisnis di koridor Jalan Kemang Raya dan sekitarnya di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, membuat harga properti di sana terus naik dari tahun ke tahun.

Ekspatriat asal Eropa, Amerika, Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara di Asia Tenggara mendominasi pasar sewa di sana. Lingkungannya yang masih hijau, serta aksesnya yang mudah keberbagai pusat kegiatan di Jakarta termasuk kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) di Sudirman– Gatot Subroto–Kuningan, membuat mereka betah tinggal di Kemang.

Bagi ekspatriat, ketersedian rumah sewa makin terbatas. Akibatnya, sewanya terus naik. Dalam tiga tahun terakhir, telah terjadi kenaikan harga sewa dan harga jual cukup signifikan di kawasan Kemang. MPI. Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me