Sasar Dana Tax Amnesty, BTN Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bank BTN kembali menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2016. Penerbitan obligai ini disiapkan sebagai produk investasi untuk menangkap dana yang diprediksi akan diinvestasikan ke berbegai instrument menyusul berlakunya tax amnesty. Dalam berbagai kesempatan, Direktur Utama Bank BTN Maryono menyampaikan ingin mengambil peran dengan adanya program tax amnesty.

gedung bank btn

“Tahap pertama penawaran obligasi ini nilainya Rp3 triliun dari total Rp6 trliliun pada tahun ini yang kami targetkan. Ada dua seri yaitu Seri A tenor 3 tahun dan Seri B tenor 5 tahun dengan pembayaran bunga triwulanan sesuai dengan jadwal pembayaran bunga,” ujarnya pada acara penawaran umum obligasi berkelanjutan Bank BTN di Jakarta, Selasa (26/7).

Penerbitan obligasi ini disebut Maryono sebagai salah satu cara untuk menampung aliran dana dari program tax amnesty. Akan banyak alternatif produk yang ditawarkan kepada investor dari investasi jangka pendek, menengah, hingga panjang. Maryono juga mengimbau pengembang yang punya produk properti komersial untuk menerbitkan dana investasi real estat (DIRE). Target lain BTN  adalah menyerap dana tax amnesty sebesar Rp10 triliun dari efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) dan produk investasi konvensional mulai tabungan, giro, maupun deposoto.

Untuk penawaran obligasi ini Bank BTN menunjuk Danareksa Sekuritas, Trimegah Securities, BCA Sekuritas, dan CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi (underwriter). Selama ini obligasi BTN memeroleh kenaikan rating dari AA menjadi AA+. Targetnya, pada akhir Agustus 2016 ini obligasi BTN sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).  “Ini bentuk partisipasi kami untuk menyukseskan program tax amnesty pajak dengan menyediakan produk dengan return yang menarik selain untuk meningkatkan company value dan stakeholder value,” pungkasnya.

Maryono menyebutkan kinerja BTN pada semester I 2016  cukup memuaskan. Laba bersih meningkat hingga 25,4 persen menjadi Rp1,04 triliun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp831 miliar. Penyaluran kredit naik 18,39 persen dari Rp126,1 triliun menjadi Rp149,3 triliun.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me