Tax Amnesty Gairahkan Pengembang Asing

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan pengembang properti asal Australia Crown Group meyakini kebijakan amnesti pajak mampu membawa angin segar bagi sektor properti Indonesia yang selama ini mengalami kesulitan penjualan.

Chief Executive Officer Crown Group Iwan Sunito mengatakan pihaknya pun mengalami peningkatan permintaan dari proyek Waterfall by Crown Group senilai Rp4 triliun yang diluncurkan November ini. Proyek yang berada di Australia ini merangkum 331 unit apartemen yang memberikan 50 unitnya untuk calon konsumen Indonesia.

“Ini masih enam bulan sebelum peluncuran kami sudah banyak menerima deposito, padahal biasanya deposito kami terima paling cepat satu bulan sebelum peluncuran. Saya rasa ini akibat berita baik dari amnesti pajak,” katanya saat jumpa media di Jakarta, Senin (1/8).

Iwan menambahkan jika pada proyek Green Square lalu perusahaan menerima Rp450 miliar dari konsumen di Indonesia, maka Waterfall ditargetkan melampui dari pendapatan tersebut.

Iwan mengatakan Indonesia adalah pasar terbesar kedua setelah China bagi Crown Group. Di bawah pemerintahan Joko Widodo, dirinya pun semakin optimis Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik dalam sektor perekonomian termasuk properti di dalamnya.

“Kami juga semakin siap untuk memulai proyek perdana di Indonesia. Saat ini masih dalam tahap penyelesaian perusahaan patungan dengan target penyelesaian akhir tahun ini dan pertengahan 2017 kami bisa luncurkan proyek di Barat Jakarta tersebut,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan kerjasama tersebut akan menghasilkan sebuah hunian berkonsep urban resort nature dengan lahan di atas dua hektare dan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun. Perusahaan juga berencana akan menjual dengan harga Rp20-35 juta per m2 nantinya.

Sayangnya, Iwan masih enggan mengatakan perusahaan lokal pemilik lahan yang akan diajak membuat perusahaan patungan tersebut.

Sementara itu, Iwan mengatakan hingga saat ini perusahan masih akan memanfaatkan lahan seluas 10 hektare yang sudah resmi diakuisisinya sembari melihat daerah yang memiliki potensi untuk pemilikan lahan selanjutnya.

“Kami punya rencana pembangunan Silicion Valley di Indonesia, tetapi saat ini masih belum mendapatkan desain yang tepat khas Crown.”

Rencananya properti yang dikembangkan tersebut bakal mengusung konsep kawasan terpadu yang terdiri dari apartemen atau residensial, pusat perbelanjaan, pendidikan, dan hospitality treatment. Crown akan mengusung tiga konsep alam, yakni terdapat sebuah ngarai, pantai, dan sky garden.

“Era diigital terus berkembang pesat, ini peluang yang tepat untuk membangun Silicon Valley di Indonesia. Proyek ini bisa berjalan tujuh sampai 10 tahun.”

Iwan menjelaskan, rencana pengembangan properti di Indonesia merupakan salah satu langkah persiapan Crown untuk go public yang direncanakan pada Oktober 2018 nanti.

Sementara itu, Iwan juga berharap pemerintah segera mampu menyelesaikan persoalan kepemilikan lahan yang selama ini kerap menjadi hambatan utama pengembang. Menurutnya, Indonesia harus mulai memperbaiki sistem pertanahan agar jelas peruntukannya.

Dia pun menceritakan kemudahan di Australia dalam pembelian lahan dengan waktu hanya dalam satu hari. “Di sana (Australia) pemerintah sudah memiliki sistem yang baik, dalam satu klik saja kita bisa mengetahui sejarah dan kepemilikan tanah di sana.”

properti.bisnis.com