Masih ada Secercah Harapan Semester II 2016 Mulai Membaik

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Agustus 2016, mengulas harapan rebound-nya kembali bisnis properti mulai quartal II 2016. Disebutkan MPI bahwa jika sepanjang semester pertama 2016 masih dibayang-bayangi oleh melambatnya perekonomian dalam negeri dan menurunnya daya beli masyarakat, semester II tahun 2016 justru disikapi para pelaku bisnis properti baik lokal maupun asing dengan sikap optimistis.

Dipertahankannya BI Rate di posisi 6,5%, makro ekonomi yang terus stabil serta berlakunya UU Tax Amnesty adalah beberapa indikator positif yang melandasi optimisme tersebut. Memang tak sedikit pihak yang menilai tahun ini masih sulit, namun, kebanyakan pengembang menyatakan bahwa di semester kedua ini penjualan mereka sudah menunjukkan peningkatan.

Bahkan ada yang sudah melihatnya di kuartal kedua lalu. Alhasil target yang dipatok di tahun ini tak beda dengan tahun lalu masih yakin bisa dicapai. Kalaupun tak terserap sepenuhnya, kekurangannya pun tidak besar. Todd Lauchlan, Country Head JLL menuturkan, peningkatan aktivitas pasar di triwulan kedua tahun 2016 terstimulasi dari beberapa aktivitas investor asing yang berminat masuk ke pasar Indonesia.

Menurut pengamatan pihaknya, ada beberapa ketertarikan dari investor Hongkong, Singapura, Jepang, dan Korea yang menaruh minat terhadap sektor-sektor seperti residensial untuk luar kota Jakarta, ritel di kota-kota sekunder, perkantoran terutama untuk area Jakarta CBD, dan logistik untuk area industrial di sekitar Jakarta.

“Kami percaya jumlah aktivitas yang meningkat akan menstimulasi pergerakan bisnis properti ke arah yang lebih baik,” ujar Todd. Senada dengan Todd, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, menurunnya pergerakan pasar yang terjadi pada kuartal 2016, lebih dikarenakan faktor musiman lebaran dan akhir liburan serta tahun ajaran baru.

Karenanya potensi peningkatan di semester II 2016 diperkirakan akan terjadi, menyusul pengamatan yang dilakukan di lapangan dengan optimisme dari para pelaku pasar dan pergerakan tipis yang telah terjadi di beberapa wilayah. Beberapa langkah pemerintah untuk mendongrak penjualan mulai dikeluarkan termasuk menekan BI Rate sampai 6,5% memang masih belum berdampak.

Namun pengaruh psikologis semua elemen dan kebijakan termasuk tax amnesty, sedikit banyak akan memberikan dorongan bagi penguatan pasar perumahan di semester II 2016.Sebelumnya, BCI Asia mencatat, nilai konstruksi properti segmen hunian tahun 2016 diprediksi naik sebesar 5% menjadi sekitar Rp 84 triliun dibandingkan setahun sebelumnya atau mencapai 4.740 proyek konstruksi hunian, dimana sebanyak 2.806 diantaranya merupakan proyek apartemen high rise.

Mayoritas proyek konstruksi hunian tersebut berada di kawasan Jabodetabek dengan kontribusi sekitar 60% dari total nilai proyek. Sedangkan dua terbesar di belakang Jabodetabek adalah Jawa Timur dan Jawa Barat yang masing-masing sebesar 11%. Khusus di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), tren hunian mengarah kepada properti high rise building. (MPI).

mpi-update.com