Rumah atau Mobil, Mana Yang Didulukan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Punya rumah, memiliki usaha sendiri, dan masa depan anak terjamin, merupakan tiga mimpi (aspirasi) utama kaum menengah ke atas di Indonesia. Setidaknya begitulah hasil survei HSBC Indonesia terhadap sejumlah responden dari kalangan menengah  berusia 22–49 tahun di Jakarta (60 persen) dan Surabaya (40 persen) tahun lalu.

Kota Harapan Indah

Kota Harapan Indah

“Sembilan dari 10 responden bermimpi meningkatkan kemapanan hidup mereka. Indikator kemapanan itu adalah punya rumah (disebut oleh sembilan dari 10 responden), memiliki usaha sendiri (tujuh dari 10 responden), dan masa depan anak terjamin (enam dari 10 responden),” kata Vira Widiyasari, Head of Customer Value Management HSB Indonesia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/5).

Untuk mewujudkan ketiga mimpi itu diperlukan modal finansial berupa uang muka rumah, modal awal usaha, dan tabungan pendidikan anak. Tapi, banyak dari kalangan emerging affluent itu (sekitar 44 persen) mengaku belum siap mewujudkan yang intinya bermuara pada ketidakmampuan merumuskan prioritas kebutuhan. Mereka  tidak pandai membedakan keinginan dengan kebutuhan. Contohnya penjualan mobil mencapai satu juta lebih per tahun, sementara penjualan rumah hanya 300 ribuan unit per tahun.

Modal finansial dapat dipupuk dengan cara menabung. Masalahnya, banyak orang tidak disiplin menjalankan sehingga, katakanlah ingin beli rumah, uang mukanya tidak kunjung terpenuhi.  Masalah ini sekarang dapat terpecahkan karena sejumlah bank menawarkan tabungan perumahan, antara lain HSBC, BTN, Bank Hana, Bank Permata.  Di HSBC nasabah diminta menabung sedikitnya Rp3,5 juta/bulan selama dua tahun untuk DP rumah. Berbekal tabungan itu nasabah bisa mendapatkan KPR senilai maksimal 100 kali dari nilai tabungan bulanan plus kredit renovasi hingga Rp250 juta. Benefit lainnya mereka tetap bisa memenuhi gaya hidupnya, seperti kartu kredit, voucher belanja dan tiket nonton bioskop gratis setiap bulan.

BTN menawarkan tabungan lebih ringan. Setoran awal Rp2 juta dan setoran selanjutnya minimal Rp100 ribu/bulan. Setoran bulanan akan dipotong langsung dari tabungan lain nasabah di Bank BTN. Tabungan hanya bisa ditarik secara manual dan dibatasi nilainya. Sebagai imbalannya, nasabah menerima bunga tabungan yang lebih tinggi dan kemudahan mendapatkan KPR BTN.

Menurut Dirut Bank BTN Maryono, dengan tabungan uang muka dilanjutkan dengan mengambil KPR/KPA, pembelian rumah menjadi lebih aman. “Membeli rumah secara tunai atau tunai bertahap itu berisiko. Kalau pengembang wan prestasi, uang yang sudah disetor bisa tidak kembali,” katanya.

Intinya membeli rumah harus direncanakan matang. Sebab, rumah adalah pengeluaran pribadi terbesar seseorang selama hidupnya. Paling tidak  DP-nya disiapkan dengan menabung. Vira mengingatkan agar seseorang dapat membedakan antara hasrat atau keinginan dengan kebutuhan. Bagi sebagian orang mobil merupakan kebutuhan, tapi bagi banyak orang itu masih menjadi keinginan. Kalau hasrat yang didahulukan sulit untuk dapat menabung dan mimpi punya rumah jadi tinggal mimpi.

Rumah patut diprioritaskan karena setiap tahun harganya terus meningkat cukup tinggi. Penundaan hanya akan menyebabkan harganya makin melambung dan tidak terjangkau. Sementara mobil tren harganya makin terjangkau baik mobil seken dan semaraknya low cost green car (LCGC). (Disarikan dari tulisan Yoenazh K. Azhar di majalah HousingEstate edisi Agustus 2016, Rubrik Home Loan: Rumah Dulu, Mobil Belakangan).

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me