Jangan Ragu  Menggadai Aset KPR

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Salah satu kendala dalam pembangunan sektor perumahan adalah terbatasnya dana perbankan untuk mendukung ekspansi bisnis ini. Selain itu terjadi kesenjangan (mismacht) yang dapat mengganggu stabilitas bank. Sebab, sumber dana yang didapat bank jangka pendek digunakan untuk pembiayaan jangka panjang. Ini juga membuat bunga KPR menjadi sangat fluktuatif menyesuaikan dengan tinggi rendahnya bunga sumber dana.

SMF-foto

Salah satu solusi yang dapat ditempuh perbankan adalah menggadaikan atau sekuritisasi aset KPR  ke PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melalui instrument efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP).

“Instrumen  ini merupakan salah satu sumber pembiyaan sekunder perumahan yang akan menambah likuiditas perbankan. Dana ini dipakai lagi untuk penyaluran KPR kepada konsumen rumah. Bank jangan ragu melakukan sekuritisasi aset KPR-nya karena bisa memeroleh dana jangka panjang,” ujar Trisnadi Yulrisman, Direktur SMF, saat sosialisasi instrument EBA-SP untuk pelaku usaha di Jakarta, Kamis (11/8).

Trisnadi juga menghimbau kalangan investor tidak perlu ragu lagi untuk berinvestasi pada surat berharga dan efek yang diterbitkan SMF. EBA-SP  dan surat utang (obligasi) yang diterbitkan SMF  sangat aman karena underlying-nya  aset properti (rumah) yang nilai naik terus.

Selain itu otoritas di sector keuangan seperti Bank Indonesia (BI), OJK, dan Kementerian Keuangan, membuat aturan yang menguntungkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Ini juga dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan untuk program sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Dengan sekuritisasi aset KPR kita bisa mewujudkan sumber pembiayaan perumahan yang lebih terjamin dan jangka panjang. Masyarakat bisa mencicil angsuran rumahnya dengan lebih ringan dan suku bunga lebih stabil. EBA-SP yang diterbitkan SMF memeroleh rating triple A (AAA) yang artinya sangat aman dan menguntungkan,” imbuhnya.

housing-estate.com