COLDWELL BANKER: Kehadiran Pengembang Picu Kenaikan Harga Rumah

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA- Vice President Strategic Advisory Coldwell Commercial Banker Indonesia Dani Indra Bharata mengatakan kenaikan harga disatu daerah paling umum karena dipicu nama  besar pengembang yang masuk. Dirinya mengatakan pengembangan dari Ciputra Group pasti memiliki andil yang besar.

“Biasanya baru masuk saja, properti disekitarnya sudah bisa terkerek kenaikan harga misal dari harga awal Rp1 juta begitu pengembang besar masuk naik menjadi Rp1,5 juta dan seterusnya sampai terjadi penyesuaian harga,” katanya di Jakarta, Selasa (16/8).

Selain itu, lanjut Dani, dua faktor yang tidak boleh dilupakan dalam peran kenaikan harga properti yakni spekulan dan investor. Sementara hingga saat ini, keduanya cenderung masih belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi menambahkan beberapa penyebab kondisi pertumbuhan harga properti yang masih belum sesuai harapan yakni karena siklus dan kondisi perekonomian secara umum.

“Seperti yang kita semua ketahui, sejak akhir 2009 – 2013 menjadi waktu booming property yangg luar biasa, untuk itu patut jika property cooling down sejenak. Kala itu kenaikan harga properti juga luar biasa tingginya, kalau tidak melambat dulu kan bisa jadi bubble,” katanya.

Harun mengatakan sedangkan keadaan perekonomian juga masih sangat lambat. Pada 2013 – 2014 bunga mulai naik dan menjatuhkan harga-harga komoditi. Pertumbuhan ekonomi malah di bawah 5% tahun lalu, kondisi ini mengakibatkan perlambatan hampir pada seluruh lini ekonomi.

Untuk itu, dalam menekan laju pertumbuhan, kata Harun, pemerintah sudah tepat mengeluarkan berbagai kebijakan dan paket-paket deregulasi saat ini.

Sementara itu, berdasarkan survei Bank Indonesia secara triwulanan perlambatan kenaikan harga rumah terutama terjadi pada rumah tipe besar atau hanya naik sebesar 0,37%. Sedangkan secara tahunan, harga hunian juga tumbuh melambat, tercatat hanya 3,39%. Bandingkan dengan triwulan I/2016 yang masih sebesar 4,15%.

Berdasarkan tipe rumah kenaikan harga rumah terendah terjadi pada rumah tipe besar sebanyak 2,16%, untuk rumah tipe kecil mengalami kenaikan harga paling tinggi yakni 4,16%. Jabodebek-Banten tercatat mengalami pertumbuhan harga terendah yakni hanya 1,35%.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me