The Oasis Siap Pasarkan Klaster Pinewood Emerald

Big Banner

Jakarta – Konsep landed house atau rumah tapak masih menjadi primadona, ditengah maraknya pengembangan hunian vertikal. Sebagai gambaran, mengacu data yang dihimpun Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), permintaan masyarakat terhadap hunian horizontal masih lebih tinggi dibanding yang vertikal. Komposisi perbandingannya mencapai 80 dan 20 persen.

Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), Supriantoro, mengatakan, melihat data tersebut, tidak dapat dimungkiri rumah tapak hingga saat ini masih menjadi primadona, dan kebutuhan akan hunian horizontal tak pernah kehilangan pasar (market). Menangkap peluang itu, lanjut dia, NPS sebagai developer The Oasis Cikarang, mengembangkan kawasan kluster Pinewood Residence.

“Bagi mereka yang kurang menyukai tinggal di apartemen, The Oasis Cikarang telah mengembangkan kawasan klaster yang mengusung keamanan dan kenyamanan Pinewood Residence. Setelah kami survei, sebagian orang-orang yang bekerja di kawasan industri, khususnya mereka yang sudah settle, sudah berkeluarga minimal satu atau dua anak, mereka cenderung memilih hunian landed,” kata Supriantoro, di sela-sela pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2016, di Jakarta Convention Center, (JCC), Kamis (18/8) petang.

Dalam pengembangan tahap pertama, kata Supriantoro, Pinewood Residence telah terjual habis (sold out) sebanyak 60 unit. Saat ini, lanjut dia, NPS tengah menyiapkan pengembangan tahap kedua yaitu Pinewood Emerald.

“Klaster ini merupakan sebuah hunian landed town house premium sebanyak 40 unit yang dilengkapi dengan konsep one gate system, ditambah sistem keamanan yang dilengkapi CCTV di setiap rumah dan jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Cikarang Potensial untuk Investasi Apartemen Sewa

Menyoal keistimewaan lain dari Pinewood, kata Supriantoro, selain lokasinya yang strategis, penghuni nantinya akan mendapatkan view terbaik yaitu pemandangan danau alami, dan dikelilingi oleh existing pohon-pohon besar. “Sehingga, lingkungannya asri dan udaranya segar. Selain itu konsep hunian kami, bangunan dua lantai bergaya modern minimalis yang simple. Sangat cocok bagi keluarga muda,” ulasnya.

Selain mengembangkan landed house, kata Supriantoro, NPS sukses pula mengembangkan hunian vertikal yang juga terletak di dalam kawasan The Oasis Cikarang. Di penghujung tahun 2015 lalu, manajemen The Oasis Cikarang sendiri telah melakukan serah terima unit untuk apartemen Mahogany Tower kepada para pembeli, termasuk para ekspatriat asal Korea maupun Jepang.

“Melihat positifnya sambutan konsumen properti di Cikarang, kami tak perlu menunggu lama karena saat ini tower kedua, yakni Acacia sedang dalam proses pembangunan. Sedianya, The Oasis Cikarang akan memiliki tujuh tower apartemen,” jelas dia.

Sesuai dengan konsep yang diusung The Oasis Cikarang sebagai kawasan hijau terpadu (green mixed-use area), kata Supriantoro, keistimewaan kawasan ini ibarat mata air (oase) di tengah kawasan industri. Maklum saja, The Oasis dikelilingi oleh berbagai industri besar seperti East Jakarta Industrial Park (EJIP), Jababeka, Delta Mas, Delta Silicon, Lippo, Hyundai, dan lain-lain.

“Saat ini, The Oasis Cikarang tengah menyiapkan ruang terbuka hijau seluas satu hektar dan mempertahankan keberadaan existing pohon-pohon besar yang ada disekeliling kawasan. Dengan keberadaan lingkungan yang hijau, kami berharap image kota industri akan berubah menjadi sebuah kawasan hijau nan asri, yang juga nyaman untuk ditinggali,” kata Supriantoro.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com