Menteri Basuki: APBNP 2016 Fokus Mega Proyek Infrastruktur

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menegaskan seperti yang disampaikan Presiden Jokowi Widodo dalam Pidato Kenegaraan di DPR RI, Selasa (16/8), ada tiga fokus mega proyek pembangunan infrastruktur di bidang PUPR. Pertama adalah konektivitas yaitu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah.

Hal itu disampaikan Menteri Basuki saat acara jumpa pers bersama Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan seusai Pidato Presiden Joko Widodo tentang Nota Keuangan dan RAPBN 2017 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Selasa (16/8). Untuk APBNP 2016 Kementerian PUPR mendapat anggaran sebesar Rp 97,1 triliun dan Rp 105,6 triliun pada RAPBN 2017.

Seperti dikutip dari situs resmi PUPR, Menteri Basuki berharap untuk jalan Tol Trans Jawa pada 2017 bisa diselesaikan secara fungsional. Lalu untuk masalah pembebasan lahan yang selama ini menjadi penghambat diharapkan selesai Desember 2016 bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BUMN dan Kementerian ATR/BPN. Begitu juga dengan Tol Trans Sumatera diharapkan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Kayu Agung Palembang bisa beroperasi pada 2018. Serta ruas Medan-Tebing Tinggi yang diharapkan berfungsi pada 2017, yang dilanjutkan hingga ke Banda Aceh dan ruas Pekanbaru-Dumai.

Untuk Trans Papua sepanjang 4.325 kilometer, sedang diselesaikan pembangunan sepanjang 796 kilometer ruas Merauke-Wamena dan diharapkan pada 2018 Trans Papua, Sorong-Jayapura-Merauke sudah selesai secara fungsional.

Penyelesaian Pos Batas Lintas Negara (PLBN) di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua juga merupakan prioritas utama pembangunan infrastruktur 2016 dan 2017, diantaranya Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat, Motaain di Atambua, NTT dan Skouw di Jayapura, Papua.

Fokus kedua adalah kedaulatan pangan, dengan membangun waduk-waduk guna menjamin air untuk jaringan irigasi. Atas dasar itu Kementerian PUPR untuk program kerja 2014-2019 merencanakan membangun 49 waduk (13 waduk pada 2015, delapan waduk pada 2016 dan sembilan waduk pada 2017) ditambah penyelesaian 16 waduk yang belum rampung pada 2014, jadi semuanya ada 65 waduk. Keberadaan waduk-waduk itu guna mendukung suplai air bagi 20 persen lahan persawahan seluas 7,3 juta hektar.

Ketiga adalah pembangunan pemukiman dan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Sejuta Rumah. Menurut Menteri Basuki, untuk 2015 baru terealisasi sekitar 690.000 rumah dan untuk 2016 hingga akhir Juli sudah terealisasi sekitar 250.000 rumah, dan pada Properti Expo 2016 yang berlangsung 13-21 Agustus 2016 pihak pengembang REI dan Apersi menawarkan sekitar 100.000 rumah. Sehingga hingga akhir Agustus 2016 sudah mencapai sekitar 400.000 rumah.

Program lain yang tak kalah penting adalah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sebagai contoh, penyelesaian SPAM Umbulan di Pasuruan, Jawa Timur.

mpi-update.com