Properti Belum Siap, DIRE Tidak Menarik untuk Investor

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Dana repatriasi setelah adanya kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dapat dialihkan ke alternatif lain untuk investasi. Salah satu alternatif investasi di bidang properti adalah Dana Investasi Real Estate (DIRE).

DIRE dianggap cukup menarik bagi para pengusaha. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung dengan kesiapan properti dan pengembang yang menerbitkan DIRE.

“Dari sisi barang (properti) kelihatannya belum cukup menarik,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Real Estate Indonesia DKI Jakarta Amran Nukman kepada Kompas.com, Jumat (19/8/2016).

Saat ini, kata Amran, pengembang properti yang menerbitkan DIRE sangat terbatas. Selain karena penerbitannya yang masih terbatas, masyarakat juga kurang pengetahuan terhadap DIRE tersebut.

Alhasil, dibandingkan dengan alternatif investasi yang lain, DIRE menjadi kurang diminati. Alternatif investasi apartemen atau ruko dengan membeli kemudian menjual kembali, dianggap lebih menguntungkan daripada membeli DIRE.

Apalagi, jika properti yang dijual merupakan hasil pembangunan dari pengembang ternama dan lokasi strategis, harganya bisa naik sekian persen dalam waktu tertentu.

“Sebetulnya DIRE itu investasi ke mal, kantor atau hotel. Misalnya GI (Grand Indonesia), kalau dipasarkan dalam bentuk DIRE, artinya dijual sebagian,” tutur Amran.

Uniknya investasi DIRE, kata dia, investor bisa memiliki properti berupa pendapatan berulang atau recurring income. Namun, pemilik properti tidak kehilangan pendapatan berulangnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me