Jadi Holding Perumahan, Perumnas Butuh Dana Lebih Besar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perumnas akan mengambil beberapa langkah strategis terkait penetapannya sebagai  holding BUMN perumahan. Ada empat perusahaan BUMN yang akan bergabung, yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Adhi Karya, PT Indah Karya, dan PT Virama Karya. Menurut Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo, setidaknya ada 3 langkah strategis yang diambil untuk mempercepat pembangunan perumahan.

Groundbreaking Sentraland Bekasi

Groundbreaking Sentraland Bekasi

“Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan PP No. 83/2015 terkait penguatan peran Perumnas di bidang perumahan. Beberapa langkah strategis ini telah dirumuskan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera),” ujarnya di sela-sela groundbreaking Rusunami Sentraland Bekasi di Bekasi, Senin (22/8).

Tiga langkah strategis tersebut yaitu merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mencakup PNS, pegawai non formal, TNI-Polri, dan pekerja lainnya. Kedua, mengarahkan Perumnas sebagai pengelola jual-beli untuk rumah MBR atau sebagai off taker yang akan melakukan pembelian kembali rumah tapak setelah 5 tahun dari MBR atau setelah 20 tahun untuk rumah susun.

Ketiga, Perumnas akan ditugaskan sebagai pengembang khusus yang di dalamnya meliputi rumah kumuh, rumah pedalaman, rumah perbatasan, dan lainnya. Ketiga hal ini akan semakin memperkuat peran Perumnas dalam hal pengembangan hunian rakyat dan mengurangi angka backlog perumahan.

“Langkah strategis ini masih terus dirumuskan antara Kemenpupera dan Kementerian BUMN terkait dengan terus dimatangkannya holding perumahan. Strategi dan penguatan pendanaan pada akhirnya diharapkan bisa mempercepat program pembangunan sejuta rumah per tahun,” imbuhnya.

housing-estate.com