KPR Dapat Menjadi Pionir Saat Tren Kredit Komersial Lesu

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Agutsus 2016 menurunkan liputan tentang tren suku bunga satu digit. Disebutkan perang suku bunga KPR saat ini merupakan berita baik, tidak hanya bagi calon kreditur KPR, tetapi juga bisa mengerek produk kredit bank lainnya untuk ikut turun.

Paul Sutaryono, pengamat properti dan perbankan, mengatakan KPR bakal menjadi pionir karena bisnis kredit komersial sedang lesu. Akibatnya industri perbankan nasional memilih untuk menggarap sektor konsumsi, salah satunya KPR.

Selain itu, KPR tergolong sektor yang sensitif terhadap fluktuasi suku bunga. Artinya, kalau suku bunga naik maka debitur akan menahan diri untuk mengeluarkan uang. “Sebaliknya, kalau suku bunga turun debitur segera membeli rumah,” katanya.

Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan aturan pinjaman terhadap nilai agunan atau loan to value (LTV) sektor properti menjadi angin segar. Paul optimistis KPR bakal laris manis dan suku bunga turun setelah kebijakan itu berlaku.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan kemarin, bank sentral juga memutuskan untuk melonggarkan LTV dan uang muka KPR. Unntuk down payment pada bank konvensional diturunkan 5% dari sebelumnya 20% menjadi 15%.

Sementara itu, untuk bank syariah pembayaran down payment ditetapkan minimal 10%. Selain itu, tiering kredit rumah juga diturunkan sebesar 5% dari sebelumnya pada angka 10%. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan kredit yang masih melambat pada kuartal I/2016.

Direktur Riset Kenta Institute Eric Sugandi juga mengatakan KPR bisa jadi segmen yang paling cepat tumbuh di antara segmen lain, dengan syarat warga kelas menengah dan atas bereaksi positif terhadap pelonggaran LTV.

“Iya, peluangnya ada. Kalau kelas menengah dan atas bereaksi positif terhadap keputusan penurunan LTV,” ujarnya. Ditambah lagi, BI sudah mengganti suku bunga acuan dari BI Rate yang berbasis tenor jangka panjang menjadi 7 day reverse repo rate bertenor pendek. Operasi moneter ini diharapkan bisa mempercepat transmisi penurunan suku bunga perbankan menjadi single digit. Suku bunga acuan baru ini mulai berlaku pada Agustus. MRR Versi digitan MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me