Izin Bangun Rumah Murah Dipangkas, Apakah Harga Jadi Lebih Murah?

Big Banner

Jakarta -Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution meyakini pemangkasan izin untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan berpengaruh ke sisi harga. Apakah harga rumah akan menjadi lebih murah?

“Kalau harga rumah mestinya terpengaruh karena biaya mengurusi ini itu cukup mahal,” kata Darmin di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Dampak dari kebijakan ini bisa menurunkan biaya perizinan hingga 70%. Ini sudah dihitung sendiri oleh kalangan pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia/REI.

Dengan penurunan biaya tersebut, maka sangat dimungkinkan harga jual rumah ikut turun. Meskipun juga tidak dipungkiri ada faktor lain yang menentukan harga, yaitu lokasi.

“Kalau biaya kepengurusan saja, turunnya 70%, nah memang berapa persen biaya kepengurusan dari harga rumah. (Harga) ini tentunya juga ditentukan lokasinya di mana,” paparnya.

Seperti diketahui, landasan hukum dari kebijakan ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) tentang Percepatan Perizinan Pembangunan Rumah Tapak Bagi MBR. Ini akan diselesaikan setidaknya dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

“Sekitar 10 hari selesai lah ini,” ujar Darmin.

Penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan dengan menghapus atau mengurangi berbagai perizinan dan rekomendasi yang diperlukan oleh pengembang untuk membangun rumah MBR, dari semula yang diidentifikasikan sebanyak 33 perizinan dan tahapan dideregulasi menjadi 11 perizinan dan tahapan dan mempercepat waktu penyelesaian proses perizinan.

Dengan pengurangan perizinan dan tahapan serta percepatan waktu proses perizinan tersebut maka waktu pembangunan MBR selama ini yang rata-rata mencapai 769-981 hari dapat dipercepat menjadi 44 hari.

(mkl/hns)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me