Pusat Harus Cepat Instruksikan Daerah Kasih Diskon BPHTB DIRE

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Program tax amnesty yang dijalankan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan membawa dampak yang besar bagi perekonomian, khususnya sektor properti. Salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan adalah Real Estate Instrument Trust (REIT) atau Dana Investasi Real Estat (DIRE).

Anton Sitorus

Anton Sitorus

Pemerintah juga telah menerbitkan peraturan menteri keuangan (PMK) No. 200 Tagun 2015 untuk membuat instrumen DIRE ini lebih menarik yaitu dengan menghapuskan pajak berganda selain menghimbau seluruh pemerintah daerah untuk mengatur diskon Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hingga saat ini baru Jakarta yang antusias untuk mengeluarkan diskon untuk BPHTB DIRE ini.

Menurut Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus, pemerintah harus cepat menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah terkait diskon BPHTB untuk mengambil momentum saat ini terkait tax amnesty. “Harus diapresiasi saat ini pemerintah mengeluarkan banyak insentif dan kemudahan untuk merangsang perekonomian, tapi untuk DIRE ini kalau tidak segera direspon pemda momentumnya bisa terlewat,” ujarnya kepada housing-estate.com saat paparan Property Market Update di Jakarta, Rabu (24/8).

Anton khawatir, bila intrumen untuk DIRE ini lambat direspon, instrumen ini menjadi tidak menarik lagi. Perusahaan pengembang yang ingin menerbitkan DIRE membutuhkan waktu untuk menghitung aset propertinya yang sudah beroperasi selain dibutuhkan waktu lagi untuk investasi dengan sistem DIRE ini.

“Lippo Group yang sudah menerbitkan DIRE di Singapura sedang berancang-ancang untuk menerbitkan di sini, kemungkinan perkantoran yang di Karawaci yang akan dibuat. Agung Podomoro juga akan menjual dua aset hotelnya. Makanya ini harus direspon cepat kalau tidak nanti di luar negeri lagi diterbitkannya,” imbuhnya.

housing-estate.com