Kemang, Daerah Resapan Air yang Kini Jadi Pusat Komersial

Big Banner

JAKARTA – Masifnya pengembangan permukiman di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan pengembangan area komersil yang pesat, menjadikan daerah ini daerah potensial untuk berinvestasi.

Namun pada Sabtu, 27 Agustus 2016, Kemang diguyur hujan yang mengakibatkan daerah ini banjir. Tidak tanggung-tanggung bahkan banjirnya hampir mencapai 1 meter.

Terendamnya Kemang bukanlah sesuatu yang baru. Kawasan ini kerap menjadi langganan banjir ketika hujan deras mengguyur selatan Jakarta.

Menurut Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, Jakarta Selatan khususnya Kemang merupakan salah satu daerah yang peruntukannya sebagai daerah resapan air dengan pembangunan hunian terbatas.

Namun nyatanya pada saat ini Kemang menjadi salah satu pusat komersil di Jakarta. Padahal, daya dukung Kemang sebagai pusat komersial tidak siap.

Akibatnya pengembangan yang dilakukan di Kemang menimbulkan masalah lingkungan, salah satunya banjir. Menurut Yayat, banyak bangunan baru di Kemang yang tidak membuat resapan airnya.

“Kemang ini sebenarnya wilayah resapan air sesuai RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) 2005, karena terjadi pembiaran dan pelanggaran akhirnya diputihkan jadi kawasan komersil pada 2010,” kata Yayat kepada Okezone, Minggu (28/8/2016).

Dia mengatakan, karena semakin sedikitnya resapan air, menyebabkan run of water atau larian air ke daerah tersebut menjadi tinggi. Akibatnya ketika hujan deras mengguyur, kawasan tersebut tak kuasa menampung air yang datang.

“Artinya ada masalah di tata ruangnya, karena bisnis lebih kenceng ya sudah yang terjadi adalah pembiaran yang puncaknya itu adanya pemutihan tadi,jadi enggak bisa nampung lagi, setumpah-tumpahnya deh di air disitu,” ujar Yayat.

Saat ini hampir 70 persen kawasan Kemang yang dahulunya adalah ruang hijau dengan permukiman terbatasa kini punya tampilan baru sebagai daerah bisnis yang potensial.

“Dulu di Kemang itu rumahnya besar-besar, banyak kebonnya alamiah banget, tapi akhirnya berubah sedikit-sedikit ketika orang asing datang, muncul restoran, kafe, rumah jadi hotel, rumah jadi mal, rumah jadi restoran, yang menyebabkan drainase kecil,” katanya.

Diapun mengharapkan, agar pemerintah dapat mengembalikan atau setidaknya memperbaiki peruntukan kawasan Kemang, salah satunya dengan mempertahankan daerah tersebut sebagai resapan air. (fir)

property.okezone.com