Target Pembangunan Rumah yang Dibiayai APBN Turun

Big Banner

Direktur Jenderal Penyediaan perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanudin mengatakan pemotongan anggaran berdampak pada target pembangunan rumah yang dibiayai APBN. “Pasti turun. Dari total target pembangunan yang dibiayai APBN sebanyak 112.992 unit ada penurunan sedikit menjadi 110.574 unit. Tetapi kami tetap optimistis Program Pembangunan Satu Juta Rumah dapat terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Menurut dia, tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan 700.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 300.000 unit untuk non-MBR. “Kita berharap bisa lebih dari tahun lalu ya. Kalau tahun lalu 690.000 rumah, tahun ini setidaknya 700.000 rumah bisa terbangun,” katanya.

Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mendapat 8,31% dari total APBNP 2016 sebesar Rp 97,1 triliun. Dengan begitu, dana yang dikantongi tak kurang dari Rp 8,14 triliun untuk mengerjakan beberapa program kerja, salah satunya adalah Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah. Namun, hingga Agustus 2016, Ditjen Penyediaan perumahan Kementerian PUPR baru menyerap anggaran sebesar 31,72% atau Rp 2,58 triliun. Sedangkan progres fisiknya baru mencapai 33,4%.

Dalam periode yang sama data terbaru dari Kementerian PUPR menyebutkan rumah yang terbangun sebanyak 345.501 uni. Ini artinya menyisakan 654.499 unit lagi yang harus dikejar dalam sisa masa kerja kurang dari tiga tahun lagi dari Kabinet Kerja Presiden Joko widodo.

“Laporan dari BTN sudah bangun 220.000 unit, dari APBN sekitar 100.000, pemerintah daerah 8.500 unit, kemudian kementerian lembaga Transmigrasi 16.923 unit, dan rumah komersial yang dibangun masyarakat 78 unit,” tutur Syarif. (EKA)

 

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me