Toyota Housing Model Ini Rumah Tahan Gempa dan Nyaman

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Perusahaan Jepang yang selama ini dikenal sebagai produsen otomotif Toyota menawarkan rumah dengan teknologi serta konsep terbaru dan pertama di Indonesia yang tahan gempa. Terdapat lima fi tur utama yang menjadi keunggulan rumah Toyota Housing Model ini.

Toyota Housing Indonesia, anak usaha Toyota Housing Corporation bagian dari Toyota Group kini tengah membangun klaster bertajuk Toyota Housing Model (Rumah Model Toyota) di kawasan perumahan Sakura Regency 3, Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi.

Proyek ini merupakan proyek perdana Toyota Housing Corporation di luar Jepang. President Director Toyota Housing Corporation Tadashi Yamashina menyampaikan alasan utama perusahan melebarkan sayap pertamanya ke Indonesia adalah karena potensi pasar tanah air yang sangat gemuk.

Alasan lainnya, masyarakat Indonesia masih lebih nyaman tinggal di rumah tapak daripada apartemen, sehingga cocok dengan teknologi yang dikembangkan perusahaan. Apalagi merk Toyota dengan produk otomotifnya sudah sangat familiar dengan pasar di tanah air.

Toyota Housing Model dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar yang akan merangkum sebanyak 114 unit rumah. Lahan itu dibeli Toyota Housing Indonesia dari KSO Tokyu Land Indonesia-PT Hatmohadji dan Kawan (Haka) yang mengembangkan Sakura Regency 3 seluas 11,2 hektar yang
akan dibangun rumah sebanyak 467 unit rumah.

Penghuni Toyota Model Housing bisa menikmati fasilitas yang ada di dalam perumahan Sakura Regency 3,. Untuk mengembangkan Toyota Model Housing, Toyota Housing Indonesia menyiapkan investasi sebesar Rp35 miliar, di luar akuisisi lahan. Sementara rumah Toyota Housing Model dibanderol Rp1,6 miliar untuk 3+1 kamar tidur dan Rp1,7 miliar 4+1 kamar tidur dengan luas bangunan 132 m2 serta luas tanah 112 m2. Tahun ini, Toyota Housing Indonesia menargetkan pemasaran 28 unit mulai Agustus 2015.

Toyota Housing Model dilengkapi dengan teknologi dari Toyota Group dan sangat cocok dengan kondisi iklim Indonesia. Hal ini sesuai dengan komitmen Toyota Housing Indonesia yang berupaya menjawab tantangan untuk pembangunan perumahan yang mengacu pada
masa depan.

Toyota Housing Model dirancang sebagai hunian tahan gempa, karenanya  juga kecil kemungkinannya untuk roboh jika terjadi gempa. Kekuatannya bisa menahan gempa sekitar 7 skala richter. Saat terjadi gempa tahun 2011 di Kota Sendai, bangunan rumah tetap kokoh,

Toyota Housing Model dilengkapi dengan terobosan teknologi konstruksi yang terbilang baru di Indonesia. Struktur dinding panel yang terikat dengan rangka baja. Rangka baja ini merupakan baja yang juga digunakan pada badan mobil Toyota. Dengan proses pelapisan dan perakitan anti karat, dari analisa data terbukti rumah sanggup bertahan lebih dari 100 tahun.

Toyota Housing Model merupakan bangunan dengan sistem knock down, tidak menggunakan balok dan kolom sehingga ruangan lebih lega. Hanya dinding terluar yang dibuat dari panel beton, sementara panel- panel di dalamnya menggunakan bahan cement board. Lalu, bagian rangka rumah
menggunakan bahan dasar rangka baja.

Bahan dasar seperti inilah yang membuat rumah buatan Toyota Housing Indonesia  kebal terhadap gempa dan tahan api. Bentuk struktur dinding rumah didesain mampu mengatur kestabilan temperatur suhu ruangan dengan menekan perpindahan panas hingga batas minimal.
Udara dingin AC yang ada dalam ruangan akan sulit untuk keluar sehingga ruangan akan terasa sejuk lebih lama.

Kualitas udara yang tinggi juga mencegah debu-debu masuk ke dalam ruangan,” papar Hara.
Bahan bangunan yang dipakai, ungkap Hara, 99,99% -nya merupakan produk lokal. Hanya sebagian kecil bahan bangunan, salah satunya sekrup untuk menyatukan panel-panel yang masih harus diimpor dari Jepang.

Fitur kedua adalah lapisan ganda pada atap dan dinding bagian luar untuk mencegah kebocoran. Ketiga, garansi antibocor akibat hujan dan anti-gempa selama dua tahun. Telah melakukan percobaan menggunakan mesin pembuat hujan badai untuk menguji ketahanan air yang dilakukan
berulang-ulang untuk menjamin terciptanya sebuah hunian yang tahan hujan badai dan tahan bocor. Atap yang dilapisi insulasi, dan loteng yang didesain untuk menghadirkan ventilasi natural.

Kelima adalah waktu pembangunan yang lebih singkat hanya tiga bulan atau 12 minggu, sejak fondasi hingga tahap penyelesaian. Lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan rumah konvensional yang butuh waktu sekitar enam sampai sembilan bulan. Perinciannya, untuk proses
pembuatan pondasinya butuh waktu 3 minggu, dilanjutkan pemasangan dinding serta lantai untuk lantai 1 dan 2, masingmasing butuh waktu satu pekan. Kemudian pemasangan atap 1 minggu, dan terakhir untuk proses finishing selama 5 minggu.

Investasi Toyota Housing Corporation ini menambah panjang daftar perusahaan Jepang yang menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama lima tahun sejak 2010 hingga Maret 2015, realisasi investasi asal Negeri Sakura itu tercatat
menyentuh angka 13,3 miliar dollar AS, setara Rp175,56 triliun (kurs Rp 13.200). YS

mpi-update.com