Capai Target Jual 150 Rumah, Mt. Helix Asal AS Belum Jual Rumah Lagi

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan pendanaan properti asal Amerika Serikat Mt. Helix Holdings berhasil menjual 150 unit rumah pada investor Indonesia selama semester pertama I/2016. Angka tersebut sekaligus menyelesaikan target penjualan perusahaan di Indonesia pada tahun ini.

Asia Pacific Operation Director Mt. Helix Claire Lisin mengatakan konsumen kebanyakan dari daerah yang tersebar di Indonesia seperti Solo, Surabaya, Palembang, dan lainnya. Tak sedikit pula yang membeli secara kolektif dengan lebih dari satu unit.

“Saya senang konsumen memahami cara berinvestasi di perusahaan kami, mereka rata-rata mengambil dua unit agar mendapat keuntungan yang lebih besar,” katanya di Jakarta pekan lalu.

Claire mengatakan selanjutnya perusahaan akan lebih fokus memberikan edukasi pada masyarakat maupun marketing di Indonesia dalam menawarkan sebuah properti. Menurut Claire, dalam menawarkan produk investasi calon konsumen maupun penjual di Indonesia tidak memperhatikan resiko yang mesti ditanggung dalam masa depan.

Claire mengatakan pada prinsipnya di manapun ketika konsumen memutuskan untuk berinvestasi properti aturan mainnya sama. Hanya saja, sistem perpajakan yang akan membedakan hasil atau keuntungan investor.

“Awal oktober saya ingin mengajak praktisi ternama yang sudah benar-benar memahami cara berinvestasi yang baik dan aman dari Amerika anatra lain Jochen Sippman untuk menjadi narasumber Real Estate Summit di Indonesia,” katanya.

Claire mengatakan dengan memahami ilmu berinvestasi properti yang benar, masyarakat akan lebih cerdas memilih produk yang akan mereka beli. 

Claire melalui perusahaannya Mt. Helix sedang fokus menawarkan investasi hunian di Amerika Serikat (AS) dengan tiga pilihan lokasi yakni Chicago, Indianapolis, dan Detroit.

Mt Helix saat ini telah memiliki sekitar 750 unit rumah tapak yang siap ditawarkan pada investor di Indonesia.  Harga rumah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari USD$65.000 – USD$150.000 dengan potensi sewa yang didapat berkisar 9% – 11% per tahun.

“Hanya rumah-rumah yang siap dengan kualitas terbaik yang akan kami tawarkan pada investor di Indonesia. Pada dasarnya, investasi sudah terjamin. Investor tinggal menunggu pendapatan pasif dari hasil penyewaan,” kata Claire.

Claire menambahkan para investor diberi kebebasan memilih properti yang diinginkan. Pihaknya akan menjamin bahwa setiap hunian yang dijual sudah dianalisa keuntungannya, sudah direnovasi, memiliki harga perawatan yang rendah dan sudah memiliki penyewa.

Sementara itu MT. Helix juga memberikan berbagai persyaratan untuk menjamin penyewa dari setiap hunian yang dibeli investor. Seperti memiliki pekerjaan, penghasilan yang tetap, bersih dari catatan kriminal.

Tak hanya itu investor juga diberikan berbagai kemudahan pelayanan seperti proteksi aset dan perlindungan kekayaan bersih, pelayanan minimalisasi pajak AS, pembebasan pajak tahunan dan penyerahan, penilaian kembali pajak properti, pembukaan rekening Bank AS, dan lainnya.

Sementara itu, persoalan penyewa Mt. Helix akan menjamin sebab di Amerika memiliki budaya jika seorang anak sudah berusia 18 tahun tapi masih tinggal di rumah orang tua, adalah hal yang memalukan.

“Ini berbeda dengan negara lain yang bahkan sampai usia 20 tahun masih tinggal dengan orang tuanya, jadi potensi sewa sangat tinggi di sana.”

Saat ini, Mt. Helix sudah memiliki 2.800 properti di Indianapolis, 800 di Chicago, dan 2.000 di Detroit dan hampir semuanya sudah memiliki tenan.

Sebelumnya perusahaan yang berdiri pada Januari 2009 di San Diego mulai mengakuisisi rumah, merenovasi, dan menyewakannya kepada warga berpenghasilan rendah.

Rumah yang dimiliki investor dikelola oleh manajemen properti Mt. Helix yang akan merawat dan memastikan penyewa tinggal dengan nyaman. Perusahaan juga menjanjikan garansi sewa yang berlaku seumur hidup selama polis asuransi terus diperpanjang.

Claire menambahkan Indonesia menjadi negara kedua untuk memasarkan properti Mt. Helix karena dianggap memiliki peluang yang besar dibanding negara di Asia lainnya.

“Akses untuk mendapatkan informasi tentang investasi properti di Indonesia sangat mudah, masyarakatnya juga terbuka. Saya juga punya kakek yang pernah investasi di Indonesia dulu,” kata perempuan asal Singapura ini.

properti.bisnis.com