Perkantoran Mangkuluhur City Terjual 70%

Big Banner

Jakarta – KG Global berhasil melego 70% dari ruang perkantoran yang akan dijual di menara pertama (tower one) di Mangkuluhur City, Jakarta Selatan. Jumlah semi gross floor area(SGFA) menara pertama 54 ribu meter persegi (m2).

“Dari ruang perkantoran yang akan kami jual, telah terserap 70%, sedangkan 30% ruang perkantoran akan kami kelola,” jelas President Director KG Global Development Harry Gunawan, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Perkantoran menara pertama itu adalah bagian dari empat menara proyek Mangkuluhur City yang digarap KG Global melalui anak usaha, PT Kencana Graha Optima, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Proyek properti terpadu tersebut mencakup perkantoran, hotel, apartemen, hingga apartemen sewa.

“Salah satu perusahaan yang menempati Tower One adalah PT Bank KEB Hana dengan luasan 13 ribu meter persegi,” tutur Harry.

Ruang perkantoran di menara pertama itu dibanderol US$ 5.000 atau setara dengan Rp 65,5 juta per m2. Bila yang dijual adalah 70% dari SGFA yang 54 ribu m2, kelak KG Global mengantongi US$ 189 juta dari penjualan perkantoran menara pertama. Perkantoran ini memiliki ketinggian 33 lantai dengan lima rubanah (basement).

Menurut dia, permintaan ruang perkantoran di kawasan Mangkuluhur City berdiri, yakni kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, masih terus bermunculan. Kini, mayoritas permintaan berasal dari perusahaan keuangan dan perbankan. “Lima tahun lalu permintaan banyak datang dari perusahaan minyak dan gas,” sergahnya.

Harry mengaku optimistis bisnis perkantoran cukup prospektif. Proyek yang ditawarkan KG Global hadir di tengah perkiraan adanya kelesuan permintaan dari sejumlah riset dari kantor konsultan properti.

Colliers International Indonesia pernah mengatakan, menurunnya permintaan ruang perkantoran dalam kurun waktu dua tahun terakhir menyebabkan harga sewa mulai terkoreksi dan ada proses negosiasi ulang harga sewa. Kondisi itu juga ditambah dengan masuknya gedung perkantoran baru menyebabkan tambahan tekanan untuk sektor perkantoran.

“Permintaan kantor mulai berkurang selama dua tahun terakhir, tentu memperkuat posisi tawar menawar penyewa di pasar. Ditambah lagi dengan beroperasinya gedung perkantoran baru menambahkan tekanan lebih lanjut pada ruang perkantoran sewa, karena ruang kosong akan bertambah besar dengan adanya pasokan baru,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, belum lama ini.

Bagi Harry, pihaknya tidak merisaukan kajian yang muncul dari berbagai kalangan. KG Global punya pengalaman ketika membangun pusat komersial Senayan City, Jakarta Selatan. Ketika membangun pusat komersial itu jumlah pasokan ruang ritel membludak di Jakarta. “Namun, ketika permintaan kembali mencuat, Senayan City laris manis,” tuturnya.

 

Penutupan Atap

 

Sementara itu, kata Harry, penjualan apartemen di Mangkuluhur City juga tergolong cukup bagus. Dia mencontohkan, sekalipun belum meluncurkan ke pasar, pihaknya telah mengantongi penjualan sekitar 40% dari total apartemen yang akan dibangun.

“Penjualan apartemen di menara A tercatat sudah 40% padahal belum launching,” jelas dia.

Apartemen Tower A terdiri atas 53 lantai dan empat rubanah. Sedangkan luasan SGFA menara apartemen ini mencapai sekitar 46 ribu m2.

Dua menara lain yang hadir di Mangkuluhur City adalah apartemen Tower B dengan ketinggian 30 lantai dan empat rubanah. Kapasitas menara ini mencapai sekitar 18 ribu m2. “Menara ini digelola oleh Frasers Residence sebagai service apartment,” tuturnya.

Menara keempat adalah menara perkantoran tower two yang rencananya dibangun 60 lantai dengan enam rubanah. Fasilitas lainnya adalah F&B lifestyle dining yang terdiri atas empat lantai dengan luas SGFA 4 ribu m2.

“Hari ini (Jumat, 9/9) kami melakukan topping off (penutupan atap) untuk perkantoran menara pertama,” ujar Harry.

Pelaksanaan penutupan atap dihadiri juga oleh Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi. Selain itu, Habib Ali Ba Agil (Komisaris PT Wisma Purnayudha Putra) dan Hutomo Mandala Putra (Komisaris Utama PT Wisma Purnayudha Putra).

“Tommy (Hutomo Mandala Putra) adalah mitra kami, mereka memiliki lahan,” kata Harry.

Mangkuluhur City adalah proyek properti terpadu yang berdiri di atas lahan seluas empat hectare di kawasan Gatot Subroto, persis di samping Bundaran Semanggi. Proyek ini mengusung konsep perkantoran grade A plus dan ramah lingkungan dengan target menggaet sertifikat greenship gold category.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me